Menaker Yassierli Tegaskan Komitmen Pemerintah Perkuat Kesejahteraan dan Perlindungan Pekerja
Manakerja News – Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memastikan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk senantiasa memperkuat kesejahteraan, pelindungan, serta meningkatkan kompetensi para pekerja di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Menaker di Jakarta pada hari Senin.
Dalam keterangannya, Menaker Yassierli menjelaskan bahwa berbagai kebijakan di sektor ketenagakerjaan dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Proses perumusan kebijakan ini melibatkan partisipasi aktif dari pekerja, serikat buruh, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Menurut Menaker, kolaborasi memegang peranan sebagai pilar utama dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan. Kondisi ini sangat penting untuk menciptakan iklim kerja yang kondusif bagi semua pihak.
“Hubungan industrial yang baik hanya dapat terwujud apabila pemerintah, pengusaha, dan pekerja terus membangun dialog serta saling percaya dalam mencari solusi atas setiap tantangan ketenagakerjaan,” ujar Yassierli.
Komitmen pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan dan pelindungan pekerja diwujudkan melalui serangkaian kebijakan ketenagakerjaan. Salah satu langkah konkret adalah melalui penyempurnaan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang diperuntukkan bagi pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Program JKP tidak hanya memberikan dukungan penghasilan selama masa transisi, tetapi juga menyediakan akses pelatihan guna meningkatkan kompetensi pekerja.
Selain itu, pemerintah juga memperluas cakupan pelindungan pekerja melalui beberapa inisiatif penting. Ini termasuk pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT), pemberian Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi transportasi berbasis aplikasi, penyediaan keringanan iuran jaminan sosial bagi pekerja sektor informal, serta ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 untuk memperkuat pelindungan awak kapal perikanan Indonesia.
Menaker menambahkan bahwa upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia juga terus digencarkan melalui program pelatihan vokasi dan Program Magang Nasional. Kedua program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Kami ingin setiap pekerja Indonesia memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya sehingga semakin siap menghadapi perubahan dunia kerja dan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” kata Yassierli.
Oleh karena itu, Menaker Yassierli mengajak para pengusaha dan serikat pekerja untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun hubungan industrial yang harmonis. Ia menekankan bahwa kerja sama menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, turut mengajak seluruh serikat pekerja untuk terus memperkuat organisasi. Penguatan organisasi ini dinilai krusial agar serikat pekerja mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul dalam dunia ketenagakerjaan.
“Organisasi pekerja yang kuat menjadi pilar utama penting dalam memperjuangkan hak-hak buruh sekaligus menjaga hubungan industrial yang sehat,” kata Said Iqbal.
